Banner 468 x 60px

 

Kamis, 09 Agustus 2018

Cobaan dari Allah

Pada awalnya anak kami bernama Qary terlahir dengan sempurna di salah satu Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) di Pekanbaru, lahir dengan berat 2,3 kg. Meskipun pada masa kehamilan istri saya pada trisemester terakhir sempat dilanda pengapuran plasenta (bahasa kedokteran), namun hasil konsultasi dengan Dokter SPA pada saat itu, dokter menyampaikan tidak perlu khawatir, anak kami dalam keadaan sehat, dari hasil pantauan dokter. 

Alhamdulillah anak kami lahir dengan Normal pada tanggal 30 April 2017, beriring dengan waktu kami sangat bahagia dengan tumbuh kembangnya Qary.

Namun berganti waktu pada saat anak kami memasuki usia 15 bulan, belum dapat mengungkapkan satu patah katapun, sehingga muncul kekhawatiran kami sebagai orang tua yang sangat menyayanginya. Pada tanggal 27 Juli 2018 kami memohon rujukan dari faskes 1 (BPJS) untuk di konsultasikan ke Dokter Anak, hari berikutnya kami konsultasikan ke dr SPA, dan dirujuk ke Dr THT (Faske II), dikarenakan pada RS tsb tidak ada sarana Tes pendengaran sehingga kami dirujuk ke RS Faskes III, sehingga kami melakukan prosedure untuk dapat mengikuti saran tsb, pada tanggal 30 Juli 2018 kami pergi ke Faskes III dengan membawa rujukan ke dr THT, dari hasil konsultasi dokter menyarankan untuk tes BERA dlsb,  namun jika menggunakan prosedur yang ada (BPJS) pada RS tsb, anak kami baru dapat di periksa pendengarannya 3-4 bulan mendatang, sehingga kami memutuskan untuk dapat melakukan pemeriksaan dengan biaya sendiri.
Pada tanggal 6 Agustus 2018 anak saya dilakukan pemeriksaan BERA dlsb, dari hasil tes tsb Dr THT memvonis anak saya"gangguan pendengaran berat, " / Profound. telinga Kanan anak saya didapat 110 db dan Kiri 100 db,  penjelasan dari dr tsb, batas pendengaran manusia normal antara 0 - 25 db. sehingga kata dr tsb anak saya "Profound kategori sangat berat" seperti diterjang halilintar ditengah siang" mendengar vonis Dr tsb.
Sepanjang jalan dan waktu batin saya terus menangis.
Sambil mencari tahu dengan browsing tentang cohlear implan dan Profound. Makin saya membaca tentang hal tersebut, makin membuat hati saya terinyuh bercampur hancur. sangat berat cobaan ini yang kami hadapi. Begitupula istri saya. air matanya bercucuran, saya mencoba untuk kelihatan tegar di rumah, namun disaat jauh dari rumah/ketika bekerja saya akui. Tidak sanggup menahan sedih. Lucunya, polosnya, waktu yg telah kami habiskan bersama rollback kebelakang,  membuat saya belum bisa menerima cobaan ini. "Kenapa harus dia, kenapa harus kami" yg terbesit di telinga dan hati saya. Apa istimewanya kami, sehingga kami yg dicoba. Hal itu yg menghantui saya. 

Saya harus tetap tegar dan kuat. Yang kepikiran oleh kami saat ini.  Qary harus sehat seperti orang normal lainnya, dia harus bisa mendengar, demi masa depannya, kami sangat menyayanginya.

Profound masih membuat saya perlu mengetahui banyak tentang hal tersebut, seperti apa dan bagaimana akibatnya dengan sakit yang diderita buah hati kami, sambil bertanya dan mencari informasi baik melalui media internet, kami dipertemukan dengan para Orang Tua Hebat yang mengalami hal yang sama dengan kami. banyak yang kami tanyakan dan diskusikan tentang perkembangan  anak profound. dari kesimpulan yang kami peroleh  biaya untuk Operasi cohlear implan tidaklah sedikit antara 400 jt s/d 600 juta, dgn penghasilan saya sebagai seorang honorer salah satu instansi pemerintah yg bergerak dibidang pemberdayaan masyarakat, saya merasa tidak berdaya dgn ujian dari Allah. 

Namun saya dan kami khususnya Orang tua yang dititipkan anak hebat ini, terus berupaya untuk tegar dan tetap berusaha untuk kebaikan masa depan anak kami. cobaan ini membuat kami terus berupaya mengintropeksi diri. Hanya dengan dekat dengan ALLAH SWT dengan bermohon keajaiban dan mukjizatNya kami lakukan.


Semoga kami selalu diberikan kekuatan untuk dapat tegar menghadapi cobaan ini dan terus berupaya untuk hal yang terbaik buat masa depan dan kebaikan anak kami, Aamiin

Membuat Menu dan Sub Menu Blog

Menjadi blogger memang sudah menjadi hal yang tidak asing lagi sekarang ini. Bahkan banyak yang menjadikan blogger sebagai profesi khususny...

 
Autodidak © 2018